Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Friday, 24 August 2018 1 komentar

Sensasi Rasa Buah Sawo dan Duren Jadi Satu Dalam Buah Kenitu

Jumat 24 Agustus 2018 adalah pertama kalinya saya mencoba buah-buahan yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Teman kantor saya yang membawakannya katanya namanya buah  Kenitu.
Rasa buah Kenitu ini sangat manis dengan tekstur daging buahnya seperti sawo tapi berwarna putih seperti apel dan terasa ada aroma buah duren.
Berdasarkan hasil googling ternyata buah yang termasuk suku sawo-sawoan (Sapotaceae) ini memilik nama ilmiah Chrysophyllum cainito Buah Kenitu juga memiliki beberapa nama lainnya seperti :

Sawo Ijo, Sawo Apel (Bahasa Jawa)
Sawo hejo (Bahasa Sunda)
Sawo Kadu (Bahasa Banten)
Kenitu atau manécu (Jawa Timur)
Sawo Manila (Lampung)

cainito (Filipina)
Caimito atau Star Apple (Inggris)
Sataa appoen (Thailand)
Sawo Duren atau Pepulut (Malaysia)
Selain itu ada juga nama-nama lainnya seperti chicle duriansterappel,golden leaf treeabiabapomme de laitestrellaaguay dan lain-lain. 

Lanjut Kepo tentang Buah Kenitu ini ternyata memiliki berbagi manfaat Unt7uk kesehatan  seperti :
  1. Menguatkan tulang dan gigi karena tinggi kalsium
  2. Mengurangi nyeri haid, jika dikonsumsi rutin
  3. Rebusan daun Kenitu digunakan untuk mengobati diabetes dan rematik
  4. Kulit Kayu dari buah Kenitu digunakan untuk menghasilkan obat kuat dan obat batuk
  5. Buah Kenitu kaya akan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas, menjaga kesehatan kulit dengan cara mencegah penuaan dini  dan meningkatkan kekebalan tubuh .
  6. Buah Kenitu kaya akan sehingga membantu kesehatan pencernaan
  7. Buah Kenitu kaya akan kandungan air sehingga menyegarkan tenggorokan
  8. Cocok untuk diet karena Rendah Kalori, dari 236 gram buah hanya menghasilkan 67 kalori


Pohon Buah juga digunakan sebagai tanaman hias, peneduh taman dan tepi jalan . kayunya juga bisa digunakan untuk bahan bangunan. Cabang-cabang yang tua dimanfaatkan untuk menumbuhkan anggrek

Saturday, 17 February 2018 5 komentar

Ingat AVENT saat Mempersiapkan Nutrisi Terbaik Untuk Bayi dan Anak #TUMBloggersCompetition #AventsahabatBunda

Kegiatan mempersiapkan nutrisi untuk anak mengingatkan pada saat Kelahiran anak pertama saya. Kegiatan itu adalah barang baru bagi saya dan itu cukup membingungkan,terlebih karena saya belum berpengalaman dan ASI belum lancar sampai bayi berusia seminggu.

Untuk pengingat di masa depan tentang apa saja hal baik yang pernah saya lakukan dan supaya kesalahan yang sama tidak kembali terulang, dibawah ini tertulis beberapa cara dalam mempermudah persiapan nutrisi anak, dimulai sejak bari baru lahir hingga anak sudah siap menerima menu yang sama untuk sekeluarga.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan Nutrisi  Terbaik Untuk Anak dapat disingkat menjadi AVENT diantaranya adalah :

A = ASI Nutrisi Terbaik bagi si kecil
Usahakan untuk memperoleh ASI sesegera mungkin, banyak mencari informasi dan konsultasi pada Dokter/ bidan. Jangan mengulangi kesalahan saya yang dulu sempat terlambat melakukan dua hal penting diawal kelahiran sikecil, yaitu:
1.     Setelah lahir Bayi tidak langsung rawat gabung
2.     Belum memiliki Breastpump
Waktu itu kami belum pengalaman dan masih merasa kelelahan makanya si bayi selama semalam masih tidur di kamar bayi lalu keesokan harinya kami sudah boleh pulang.

Bayi yang masih banyak tidur dan belum memiliki breastpump, menjadikan ASI tidak banyak terstimulasi, mungkin itu salah satu faktor mengapa ASI saya baru lancar setelah seminggu.
Memiliki breastpump sangat membantu untuk mengosongkan ASI supaya stok ASI tetap lancar dan tidak tersumbat apalagi sampai berhenti sebelum waktunya
Setelah memperoleh banyak info, akhirnya saya memakai Philips Avent manual Breaspump yang telah membantu saya sejak masa ASI eksklusif hingga si kecil disapih pada usia 2 tahun

V = Variasikan menu makan si kecil 
Setelah si kecil berusia enam bulan, bunda bisa mengenalkan MP-ASI, dengan memperhatikan hal-hal berikut: 
  1. Sebelum anak berusia 1 tahun, hindari penambahan garam dan gula
  2. Perhatikan setiap label produk makanan/minuman, jangan sampai memberikan produk yang tidak cocok untuk bayi/anak
  3. Pilih Buah dan sayur yang segar, bersihkan biji-bijiannya supaya tidak tertelan
  4. Pilih bagian daging sapi/ayam yang lunak, buang tulang dan lemaknya. Jika memberikan menu Ikan, perhatikan sisik dan durinya supaya lebih nayaman dikonsumsi oleh bayi/anak
  5. Tidak menambahkan terlalu banyak lemak/minyak
  6. Pastikan makanan untuk bayi/anak dimasak secara matang merata, mudah dipotong oleh sendok/garpu, dan jangan ada bagian yang masih kenyal
  7. Disarankan untuk mengolah makanan secara dikukus supaya zat gizi yang terkandung tidak hilang.
E = Efisienkan waktu persiapan nutrisi si kecil dengan produk inovatif
Kehadiran beragam produk inovatif, seperti steamer,warmer, slow cooker, cooler bag dan banyak lagi, sangat membantu dalam menghemat waktu saat mempersiapkan nutrisi untuk si kecil.  Pilih produk yang berkualitas untuk performa maksimal seperti Philips AVENT, karena sudah terbukti aman,BPA Free, dan juga kompatibel dengan produk lain, seperti pada gambar dibawah ini,jadi makin praktis dan efisien,kan

N = Nyaman bagi Ibu dan Si Kecil
Menjaga kenyaman adalah faktor terpenting Supaya ibu tetap semangat dan tidak kerepotan dalam mempersiapkan nutrisi bagi si kecil.
Sebagai contoh misal saat sedang dalam perjalanan jauh ibu masih tetap bisa pumping dengan barang bawaan yang ringkas jika menggunakan philips avent manual breastpump dan breastmilk bag.
Bayi pun akan senang karena dimanapun berada ASI dan MPASI-nya bisa tetap hangat jika membawa Philips Avent Thermal Bottle warmer.

T = Tetap Jaga Kebersihan 
Kebersihan yang dimaksud meliputi kebersihan diri dan kebersihan makanan serta  peralatan makan-minum si kecil
  1. Cuci tangan saat hendak menyusui, pumping dan mempersiapkan MPASI
  2. Cuci setiap bahan makanan seperti daging,ayam,ikan,sayur dan buah. Potong kupas seperlunya,simpan dalam wadah
  3. Cuci peralatan makan si kecil dan sterilkan, Untuk urusan ini saya sangat terbantu oleh alat sterilizer automatis
Info mengenai produk Philips Avent bisa langsung ke Website Philips Avent


Tulisan ini diikutsertakan untuk  #TUMBloggersCompetition bersama #AventSahabatBunda yang berlangsung pada 18 Januari - 18 Februari 2018

3 komentar

Philips Avent Manual Breastpump, A Review for my new Favorit Breastpump #TUMBloggersCompetition #AventSahabatBunda

Philips Avent Manual Breastpump ini ibarat kado yang datang disaat yang tepat dan benar-benar sangat bermanfaat buat saya. Usaha untuk memberi lebih banyak ASI jadi makin maksimal dengan Philips Avent Manual Breastpump terlebih karena saya belum pernah mencoba pompa manual dan saya merasa hasil pompa saya selama ini belum maksimal karena terhambat beberapa kendala..

Sedikit curhat,saya jadi teringat saat perjalanan dinas ke Kudus. Sebagai ibu menyusui tentunya kegiatan memompa sudah menjadi agenda rutin,karena saya menginginkan proses memompa yang cepat makanya saya pilih breastpump elektrik. Sebenarnya tidak ada masalah dengan pilihan pompa ini,namun ternyata ketika saya melakukan perjalanan Yogyakarta-Kudus PP barulah saya menyadari kalau memiliki pompa manual juga tak kalah penting karena kita tidak perlu repot-repot membawa banyak peralatan (kabel,charger,baterai) dan juga tak perlu khawatir kehabisan baterei . Saat dikantor dan dirumah pun kalau pakai pompa manual jadi tidak khawatir kalau tiba-tiba mati listrik.

Saya sangat beruntung karena sebelum ditugaskan untuk melakukan perjalanan berikutnya saya sudah mendapatkan Philips Avent manual Breastpump. Saya pun sudah tak sabar ingin segera mencobanya tapi tentunya tidak bisa langsung digunakan karena harus di steril dulu.

Pada postingan ini akan saya tuliskan ulasan tentang pengalaman saya selama menggunakan Philips Avent Manual Breastpump. 

Keunggulan Philips Avent Manual Breastpump
  1. Mudah digunakan tanpa perlu repot baca manual, tanpa perlu pengenalan terhadap karakter pompa mengenai settingan kecepatan dan hisapan, tidak perlu pencet tombol tertentu cukup gerakan tuas maka Alat bisa langsung bekerja,biarkan feeling kita yang mengatur sendiri
  2. Lebih cepat memancing LDR, mungkin karena bentuk lehernya yang pendek dan penghisap tepat diatas jadi proses hisapannya efektif memancing Let Down Reflex (LDR)
  3. Bantalan karet lebih tebal dan lebih empuk,ada penebalan bantalan karet (bentuknya jadi seperti motif bunga) yang memberikan rasa nyaman saat memompa rasanya jadi seperti dipijat


  4. Ringan,karena tidak ada adaptor,charger dan cadangan baterei yang harus ikut dibawa saat bepergian
  5. Tidak berisik, saat malam hari bisa memompa didekat si kecil tanpa perlu khawatir ada suara motor breastpump yang bisa membangunkan si kecil.
  6. Bisa memompa kapan saja dimana saja tanpa harus dekat-dekat saluran listrik atau beli banyak batere. 
  7. Posisi Memompa bisa diatur senyaman mungkin karena  tidak perlu membungkuk
  8. Bahannya aman karena sudah BPA Free 
  9. Mudah dirakit dan mudah dibersihkan
Dibalik semua keunggulannya terdapat kelemahan dari Philips Avent manual breastpump yaitu tidak bisa bergerak otomatis (Yaiyalah,namanya juga pompa manual :P) jadi gerakan memompanya diatur sendiri saja,kalau sudah terasa pegal ya berhenti dulu atau pindah ke tangan yang satunya lagi. Selain itu dalam masalah harga Philips Avent Manual Breast pump tergolong memiliki harga 'premium' namun itu sebanding dengan kualitasnya yang juga premium. Sesuai dengan istilah 'Ada harga, Ada barang'.

Biasanya tiap akhir pekan saya kesulitan memompa jika harus memompa sambil menyusui bayi karena si bayi  aktif menggapai kabel , selang breastpump serta benda-benda lain disekitarnya tapi sejak menggunakan Philips Avent manual breastpump hal tersebut bisa dihindari bahkan kegiatan memompa diakhir pekan bisa disiasati bersamaan dengan menyuapi ataupun meninabobokan karena saya lebih bebas bergerak bersama pompa manual tanpa ada kabel yang menjuntai. 

Dari hasil memompa menggunakan Philips Avent manual breastpump saya bisa menyisihkan sedikitnya 50 ml yang saya lakukan bersamaan sambil menyuapi bayi padahal biasanya ga pernah bisa pumping sambil nyuapin. Lumayan nambah stok ASI untuk dibawa ke daycare. Tapi kalau sedang penuh-penuhnya gak usah pake lama dalam 10 menit bisa langsung dapat full kapasitas 125ml
Hasil pumping pakai Avent manual breastpump :D


Sumber Gambar: Dokumen Pribadi, FP Philips Avent dan Google Image

Philips Avent Manual Breastpump, benar-benar solusi penyelamat ASI terutama bagi si kecil yang bundanya harus kembali bekerja,  saya pun tak ragu  untuk mempercayakan kebutuhan nutrisi si kecil  pada  produk inovatif dari Philips Avent.
#TUMBloggersCompetition  #AventSahabatBunda

Sunday, 14 January 2018 0 komentar

Menjaga Hubungan Rumah Tangga Agar Tetap Harmonis dengan Cara Higienis


sebagai seorang wanita,ibu dan juga karyawati. saya menyadari ada banyak masalah yang harus dihadapi oleh wanita, beberapa diantaranya cukup membuat 'mood' jadi kembang kempis.

Masalah dalam Kehidupan Wanita
Masalah-masalah dalam kehidupan wanita itu umumnya tampak sederhana namun ternyata cukup rumit, sumbernya bisa dari luar atau dalam diri wanita itu sendiri.

Misal, pada wanita yang sedang mengalami siklus bulanan. Umumnya,saat mengalami masa periode ini para wanita cenderung lemas tak bersemangat karena nyeri di perut, pinggang dan punggungnya,belum lagi rasa lembab juga tak nyaman saat hari-hari 'deras' yang tentunya hal ini sangat mungkin berpengaruh pada kondisi emosi mereka yang juga sangat mungkin meluas jadi masalah terhadap orang-orang disekitar.


Kondisi seperti ini dapat mengganggu keharmonisan Rumah tangga karena orang-orang terdekat seperti suami dan anak-anak tentunya akan sangat mudah terdampak dan mereka harus bisa lebih banyak bersabar dalam menghadapinya,supaya masalah tak berkembang jadi masalah yang lebih besar.

Solusi Masalah Keharmonisan Keluarga
Jangan biarkan keharmonisan terganggu hanya oleh penyebab masalah (yang tampak) sederhana namun terus berlarut-larut, kita harus selalu jeli dalam mencermati akar permasalahan.

Untuk menghadapi masalah seperti diatas, kita memang tidak bisa menghilangkan pencetus masalah yang merupakan kodrat seorang wanita, hal tersebut terjadi secara alami dan pasti terus berulang . Namun kita bisa memberikan solusi untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang ditimbulkan. Solusinya, cukup dengan menjaga area V tetap higienis menggunakan RESIK V yang mampu mengurangi rasa lembab di area V, gatal dan bau tak sedap pun hilang karena bakteri pencetus masalah  sudah 'diusir' oleh kandungan alami dari Resik V.

Keunggulan Resik V :

  1. Memiliki kandungan bahan alami  
  2. Praktis dan solutif  karena sudah disesuaikan dengan kebutuhan wanita masa kini. 
  3. Telah mendapatkan sertifikat halal dari MUI. 
  4. Aman dan nyaman digunakan di sela aktivitas yang padat.
  5. Berkhasiat membersihkan, mengencangkan, mengharumkan, merapatkan dan mengatasi keputihan. 
  6. formulanya lembut dapat membersihkan sekaligus merawat tanpa membuat iritasi.
  7. mengandung rahasia ragam ekstrak herbal yang terbukti dipercaya oleh wanita dari generasi ke generasi untuk menjaga kebersihan dan kesehatan daerah kewanitaan.

Ingat!, tak perlu meringis saat masalah bulanan datang menyerang cukup gunakan cara higienis untuk menepis kondisi mood kembang kempis supaya hubungan dalam rumah tangga keluarga tetap harmonis.

#ArisanResik
#Liputan6.com

Saturday, 30 September 2017 2 komentar

Menjaga Kulit bayi Tetap sehat Tanpa Iritasi ? Lactacyd Baby Rahasianya #BabySkinExpert #LactacydBaby

Hai Bunda! Siapa yang pernah merawat bayi yang rewel karena kulitnya ruam,kemerahan, gatal,iritasi dan lain sebagainya ? 

Kalau saya sih pernah,  bahkan saya langsung mengalaminya saat si kecil baru berusia beberapa hari.  Sejak merawat kulit si kecil, saya amati bahwa Iritasi pada kulit bayi itu mudah datang dan pergi. Hmmmm, kira-kira kenapa ya? 

Iritasi kulit yang pernah dialami si Kecil
Melalui tulisan ini, ijinkanlah saya untuk bercerita  tentang Masalah Iritasi yang pernah di alami kulit si kecil, diantaranya : 

1. Iritasi pada kulit bayi baru lahir

Ini adalah pengalaman masalah kulit yang pertama kali dialami si kecil, pengalaman yang tak pernah saya lupakan. Waktu itu baru 3 Hari usia si kecil, mulai  terlihat munculnya tanda-tanda masalah kulit berupa bintik-bintik berwarna merah seperti jerawat.  Awalnya cuma sedikit tapi makin lama, jadi makin banyak. Bintik-bintik tersebut ada di sekujur tubuh mungilnya hingga wajah dan kulit kepala, saat itu saya belum mengerti apakah gejala seperti itu adalah yang dinamakan biang keringat? lalu bagaimana solusinya?. Dan pada saat si kecil harus mencukur rambut untuk Aqiqah pada usia 7 hari, dikepalanya ternyata ada banyak bintik merah yang lebih besar. Mungkin rambutnya menyimpan banyak keringat sehingga kuman berhasil membentuk bintik merah yang lebih besar. Saat pencukuran rambut si kecil, beberapa bintik merah sempat tersenggol oleh pisau cukur hingga pecah dan berdarah.

2. Ruam Popok saat perjalanan mudik pertama kali
Saat si kecil berusia 8 bulan , saat itu adalah pertamakali kami mengajaknya pergi ke luar kota dalam rangka mudik ke Bandung (walaupun momennya bukan pas saat lebaran). Mungkin pada saat itu kami lalai mengganti diapers si kecil. Karena alasan kepraktisan,saat tinggal beberapa hari di Bandung pun si kecil lebih sering memakai diapers sekali pakai, padahal kalau dirumah biasanya memakai celana kain biasa. Akibatnya kali ini si kecil terkena ruam popok.

3. Iritasi kulit karena perubahan cuaca
Perubahan cuaca adalah penyebab masalah kulit yang sulit dihindarkan. Penggunaan AC atau kipas angin mungkin dapat membantu menjaga kelembaban dan melancarkan sirkulasi udara. Namun di rumah kami sempat terjadi sedikit perdebat mengenai plus minus penggunaan AC dan kipas angin. Padahal saat di kamar bersalin,kamar bayi dan kamar inap saat melahirkan di Rumah sakit, semua ruangannya dipasangi AC. 

Alhasil  karena  suhu udaranya  memang sedang panas, si kecil banyak berkeringat, akhirnya harus terjadi lagi  kemerahan di kulit si kecil, terutama pada bagian lipatan kulitnya. 


Sebenarnya masalah iritasi kulit tak selamanya disebabkan oleh udara panas karena saat udara dingin iritasi kulit tetap bisa terjadi. Misalkan pada saat udara dingin si kecil banyak aktifitas namun keringatnya tertutup oleh pakaian (pakaian yang terlalu tebal) sehingga iritasi terjadi karena kuman/bakteri bersemi saat badan kotor akibat keringat yang tidak keluar dengan normal karena tertahan oleh pakaian.


Namun kasus yang lebih sering dialami si kecil adalah masalah kulit karena udara panas.

4. Masalah kulit karena gigitan tomcat atau serangga lainnya
Berhubung rumah kami memang rumah 'mewah' alias mepet sawah, maka dari itu kami harus siap sedia saat beberapa serangga datang berkunjung. Nyamuk dan tomcat adalah dua sekawan yang paling sering menimbulkan masalah di kulit si kecil

Begitulah hingga saat ini masalah kulit masih selalu datang dan pergi dan masih selalu silih berganti antara biang keringat,gatal,kemerahan/iritasi karena perubahan cuaca, ruam popok, juga gigitan serangga. Yang saya amati, masalah kulit pada si kecil pola kemunculannya seperti sakit demam,batuk,pilek dan flu. Mereka mudah datang lalu menjangkit di tubuh si kecil, kemudian sembuh (lebih tepatnya menghilang untuk beberapa waktu). Setelah itu jika situasi dan kondisinya mendukung, mereka akan kembali menjangkit lagi. Maka dari itu diperlukan solusi perlindungan kulit si kecil yang aman digunakan setiap hari.

Sejak pertama kali si kecil mengalami iritasi kulit, kami aktif mencari informasi dan solusi sebanyak mungkin. Ada yang menyarankan supaya kami tidak perlu khawatir karena masalah iritasi pada kulit bayi baru lahir akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar 3-4 hari, yang penting saat mandi si Bayi jangan dulu memakai sabun atau shampoo dengan alasan kulit bayi masih belum bisa menoleransi penggunaan sabun/shampoo pada kulitnya.

Padahal faktanya kadar pH kulit bayi yang ideal adalah 5,5 ini berarti kadarnya lebih rendah daripada pH air (pH =7). Oleh karena itu pemakaian sabun biasa atau bahkan dimandikan dengan air saja tidaklah cukup untuk meringankan iritasi kulit bayi. 

Karena kurangnya pengetahuan, saya pun sempat mencoba saran tersebut. Namun setelah hampir selama 3 hari ternyata belum membuahkan hasil. Iritasi masih betah bertahan di kulit si Bayi. Duh, kasihan Bayiku! 

Hingga pada saat usia si kecil 7 hari,  saat proses pencukuran rambut si kecil untuk Aqiqah, akhirnya kami mendapatkan informasi yang valid, terpercaya dan bukan sekedar mitos belaka. Berikut poin-poin penting mengenai masalah kulit bayi dan solusinya :

Mengapa Bayi rentan  terhadap iritasi kulit?

Kulit bayi berbeda dengan kulit orang dewasa oleh karena itu diperlukan perawatan yang tepat untuk menghindari masalah kulit bayi.

Beberapa karakteristik khusus kulit bayi adalah :
  1. Bayi memiliki Dermis (lapisan kulit) yang  3(tiga) kali lebih tipis daripada orang dewasa, Oleh sebab itu kulit bayi cenderung rentan terhadap iritasi,ruam dan eksim.
  2. Bayi memiliki  Hydrolipidic film yang lebih tipis dari orang dewasa. Peran Hydrolipidic film ini adalah untuk melindungi kulit dari bakteri, dan bertindak sebagai penghalang. Hydrolipidic film terdiri dari dari keringat, sebum dan air. Tipisnya Hydrolipidic film akan membuat kulit lebih rentan kekeringan dan sensitif.
  3. pH kulit bayi hanya mulai berkembang setelah bayi lahir. Ini mendefinisikan bahwa nilai pH kulit Bayi lebih tinggi daripada kulit dewasa. Secara teknis, bukan kulit yang memiliki pH, tetapi keringat dan kelenjar sebaceous pada kulit yang mempengaruhi tingkat keasaman kulit.Kulit dengan pH tinggi dapat mengakibatkan tumbuhnya bakteri jahat pada kulit. 
Solusi Perlindungan Kulit si Kecil
Pencarian solusi untuk kulit si kecil akhirnya membuahkan hasil saat saya memperoleh resep rahasia yang mampu menjaga kulit bayi tetap sehat tanpa iritasi. Rahasia tersebut pertama kali kami peroleh dari Bidan yang mencukurkan rambut si kecil. Dan,..... Rahasianya adalah LACTACYD BABY.
Lactacyd Baby sudah menjadi sahabat kulit si kecil hingga kini :D
Pada awalnya saya tidak mengerti apa bedanya  LACTACYD BABY dengan sabun bayi, toh mereka sama-sama produk pembersih untuk bayi. Tapi setelah merasakan khasiatnya pada kulit si kecil, ternyata iritasi biang keringat si kecil secara berangsung-angsur hilang dalam 2- 3 hari dengan pemakaian teratur, cara pemakainya pun mudah sama seperti memakai sabun dan samphoo biasa. 

Betapa bahagianya saya saat itu melihat kulit bayi mungil yang baru umur seminggu itu kembali mulus. Sejak saat itu saya selalu sediakan Lactacyd Baby. 


Berikut Keunggulan Lactacyd Baby yang saya rangkum dari berbagai sumber dan juga berdasarkan pengalaman pribadi dari masalah kulit bayi saya .
Mengapa harus pakai Lactacyd Baby ?
Pencetus masalah iritasi kulit bayi paling umum disebabkan oleh ketidakseimbangan pH pada produk sabun mandi bayi.

Banyak produk pembersih kulit yang ditawarkan , namun tidak semua produk bisa cocok untuk kulit bayi. Apabila saat memakai produk pembersih kulit, produk tersebut banyak menghasilkan busa, itu berarti banyak mengandung detergent. Detergent itu bersifat basa yang bisa meningkatkan pH air juga meningkatkan pH kulit. 

Maka dari itu mari kita teliti memilih produk pembersih kulit jangan sampai salah memilih produk yang nantinya malah mengakibatkan ketidak-seimbangan pH kulit. Beberapa pertimbangan saat memilih produk pembersih kulit bayi diantaranya :

  1. Brand internasional terkemuka di  dunia
    Lactacyd merupakan brand internasional yang sudah terpercaya untuk menjaga bayi dari iritasi ringan.
    Perhatikan gambar diatas, pada bagian bawah dusbox terlihat bahwa Lactacyd Baby merupakan produk yang diproduksi dibawah licensi Sanofi,sebuah perusahaan farmasi yang memiliki kantor pusat di Paris dan merupakan satu dari lima perusahaan farmasi terbesar di dunia.
    .
  2. Memiliki Kandungan Alami
    Kandungan alami Lactacyd® Baby diformulasikan khusus dengan bahan dasar ekstrak susu, lactoserum dan asam laktat untuk kesehatan dan kebersihan kulit bayi. Cocok digunakan untuk kulit bayi yang sensitif maupun untuk perawatan kulit bayi sehari-hari.  Kandungan ekstrak susu, Lactic Acid dan Lactoserum terbukti ampuh menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.
    Komposisi Lactacyd Baby:
    Aqua, TEA-lauryl sulfate and Ammonium lauryl sulfate, ethyleneglycol stearate, Diethyleneglycol stearate, Hydrogenated peanut oil, Lactic acid, lactoserum, Ethylhydroxyethylcellulose, Natural orange flavour, sodium methyl paraben, Sodium hydroxide, Cholestrol,Phosporic acid.
    .
  3. pH yang sesuai dengan Kebutuhan bayi.
    Lapisan pelindung kulit bersifat asam karena mengandung asam laktat dan asam amino dari proses keratinisasi. Ketika pH kulit menjadi lebih alkali, staphilokokus dan mikroba lain dapat tinggal di permukaan kulit karena tidak ada lagi acid mantle yang menolak mikroba tersebut. Mikroba tersebut akan berpenetrasi kedalam kulit dan menyebabkan infeksi. Kulit yang lebih alkali juga cenderung menjadi alergi.
    Agar lapisan pelindung kulit tetap kuat dari serangan mikroba, kita harus menjaga keseimbangan pH kulit yaitu sekitar pH 4,5 - 5,5.  Untuk itu diperlukan pembersih kulit yang memiliki pH asam seperti Lactacyd Baby yang memiliki pH 3-4.


  4. Teruji secara dermatologi dan dapat digunakan setiap hari
    Pertama kali kami dipertemukan dengan Lactacyd Baby BUKAN dari media iklan tapi saya dipertemukan melalui orang-orang terdekat.
    Pertama, saya mengetahui Lactacyd Baby melalui Bidan, seseorang yang jelas kompeten di bidang kesehatan
    Kedua, saat saya tanya lebih lanjut tentang Lactacyd Baby ke apotek ternyata pihak apotek pun sudah tak asing lagi terhadap produk ini. Kabarnya Lactacyd Baby termasuk produk perawatan bayi yang terlaris.
    Ketiga, saat ngobrol tentang masalah pengasuhan anak bersama rekan kerja dan tetangga, ternyata mereka semua cocok dan puas terhadap performa Lactacyd Baby dalam melindungi kulit bayi mereka.
    Melihat banyaknya pihak yang merekomendasikan Lactacyd baby, saya jadi yakin bahwa  Lactacyd Baby  telah teruji secara dermatologis.
     
    .
  5. Hasil yang nyata dengan pemakaian teratur
    Ada pengalaman yang baru kami alami belum lama ini yaitu pada saat si kecil terkena cacar air.  Sebelumnya saya sempat mendengar Larangan memandikan anak yang terkena cacar air. Tetapi setelah konsultasi, justru sangat penting untuk memandikan anak yang terkena cacar air supaya badannya tetap bersih 
    dan terhindar dari infeksi sekunder. Poin penting saat memandikan anak yang sedang cacar air adalah mandi dengan air mengalir dan jangan menggosok kulit terlalu keras supaya tidak menambah parah kondisi kulit. Tanpa ragu saya pun memandikan si kecil memakai Lactacyd Baby tentunya.

    Pada momen ini Lactacyd Baby berjasa dalam menjaga keseimbangan pH kulit si kecil,memperkuat lapisan pelindung kulit untuk tetap dalam pH asam,sehingga selain menjaga kebersihan kulit si kecil, Lactacyd Baby juga berhasil mempercepat proses 'mengusir' serangan cacar air di kulit si kecil. Bersyukur pada hari ke-7 setelah si kecil terkena cacar, bintik-bintik merah akibat cacar pun pudar. Beruntung kami selalu sedia Lactacyd Baby.
Lactacyd Baby Kini sudah menjadi andalan para ibu untuk mengatasi segala macam permasalahan kulit buah hatinya. Supaya tidak salah pilih. Yuk, kenali ciri-ciri Lactacyd Baby.

Ciri-Ciri Lactacyd Baby

  • Terdapat kemasan ukuran kecil dan besar
  • Tutup flip top mudah dibuka dan ditutup
  • Ada segel hologram pada kemasan kardus
  • Terdapat Informasi penting yang tercantum pada kemasan botol dan kemasan kardusnya seperti Nama,alamat perusahaan,lisensi,tanggal kadaluarsa,komposisi,kegunaan,kode produksi,dan cara pemakaian 

Ternyata banyak sekali keunggulan Lactacyd Baby, tapi di rumah sudah terlanjur punya beberapa merk sabun bayi, Yuk, supaya tidak penasaran, Bandingkan kualitasnya.

Perbandingan Lactacyd Baby dengan merk lainnya (sesama Produk Pembersih kulit Bayi )

Sabun Batang
saya menggunakan sabun jenis ini saat pertamakali memandikan si kecil pada hari-hari pertama kehidupannya. Ternyata menggunakan sabun batang untuk bayi baru lahir bukanlah keputusan yang tepat karena sabun batang memiliki pH yang terlalu alkali yaitu pH 9 - 10 yang dapat menyebabkan kulit jadi kering, karena lapisan pelindung kulit rusak terkikis.
Kelebihan dari sabun batang adalah sudah dikenal dan sudah biasa digunakan oleh masyarakat luas, selain itu harganya juga sangat ekonomis. satu batang sabun bayi sebesar 80 gram cukup dihargai Rp 3000,- saja

Sabun cair
Beberapa tahun terakhir, sabun cair  semakin dikenal dan makin populer dikalangan masyarakat. Berbagai label pun diberikan untuk menunjukan keunggulan masing-masing sabun diantaranya hypoallergenic, antiiritan, gentle soap, dan lain sebagainya dengan warna dan aroma yang beragam. Namun jika diukur pH-nya, seluruh sabun dengan label-label tersebut tidak ada perbedaannya sama sekali. Berdasarkan hasil uji pH pada beberapa jenis sabun cair,semuanya menunjukan nilai  pH = 7.
Keunggulan sabun cair adalah memiliki pH netral yang sama dengan pH air, cukup jelas bahwa sabun cair memang lebih baik daripada sabun batang. Tetapi saat mengalami masalah kulit, penggunaan sabun-sabun tersebut bukanlah solusi karena masih belum bisa memperkuat lapisan pelindung kulit. Untuk itu diperlukan produk pembersih kulit dengan pH rendah seperti Lactacyd Baby untuk memberikan suasana asam pada kulit dan membantu menyeimbangkan pH kulit.
Berikut hasil uji pH pada beberapa jenis produk perawatan kulit bayi (berbentuk cair), beserta pengamatan busa sabun.

Tabel Perbandingan Lactacyd Baby dengan merk Produk Pembersih kulit Bayi lainnya

Jenis
Sabun
 Warna 
Harga
Daya
Busa
pH
Hasil cek pH
Sabun
Batang
‘Pink’
putih
padatan
Rp 3000,-
s/d
Rp 5000,- 
Banyak
9
Sabun
Batang
‘Kuning’
putih
padatan
 Rp 3000,-
s/d
Rp 5000,-
Banyak
9
Sabun
Batang
‘Biru’
putih
padatan
 Rp 3000,-
s/d
Rp 5000,-
Banyak
9
Sabun
cair
‘milk
soap’
cairan
putih
kental
 Rp 15.000
(100ml)
Banyak
7
Sabun
cair
‘gentle’
cairan
bening
kental
 Rp 19.000
(200ml)
Banyak
7
Sabun
cair
‘hypo
aller
genic’
cairan
bening
kental
 Rp 14.500
(100ml)
Banyak
7
Sabun
cair
‘anti
iritant’
cairan
bening
kental
 Rp 13.500
(100ml)
Banyak
7
Lactacyd
Baby
cairan
putih-
jernih
tidak
terlalu
kental
 Rp 60.900
(150 ml)

Sedikit

3-4

Pengalaman merawat masalah kulit bayi telah mengajarkan kami untuk melakukan tindakan pencegahan. Maka dari itu perlindungan kulit bayi harus dilakukan setiap hari. Bila perlu gunakan selalu LACTACYD BABY setiap hari untuk upaya pencegahan. Berikut beberapa upaya yang kami lakukan untuk membantu mengatasi masalah kulit pada bayi:

  1. Pilih pakaian bayi yang tipis dan menyerap keringat, Jika sedang ruam popok sebaiknya tidak menggunakan diapers/clodi, lebih baik gunakan celana kain biasa supaya lancar sirkulasi udara ke kulit bayi
  2. Bayi mudah berkeringat, oleh karena itu harus rajin mengganti pakaian si kecil  jika terasa basah. Jangan biarkan bayi  terus mengenakan baju  yang basah oleh keringat karena akan mengundang kuman yang bisa menjadi penyebab masalah kulit
  3. Supaya produksi keringat tidak berlebih, Tempatkan bayi di ruangan yang sirkulasi udaranya baik, boleh pakai AC atau kipas angin (selama pemakaiannya dimaksudkan untuk mengatur suhu dan sirkulasi udara)
  4. Mandikan bayi sebanyak dua kali sehari, supaya tidak terlalu berkeringat
  5. Saat terjadi masalah kulit, Bayi jangan dipakaikan shampo dan sabun biasa karena bisa menambah resiko kulit bayi jadi kering. Sabun dan shampo biasa pada umumnya memiliki pH tinggi yang dapat merusak kulit bayi sehingga bakteri jahat mudah tumbuh.
  6. Saat terjadi masalah kulit, Ganti penggunaan produk shampo/sabun mandi dengan Lactacyd Baby yang memiliki pH 3-4 sehingga lebih baik untuk menjaga keseimbangan pH kulit dan membantu penyembuhan masalah kulit bayi. Dengan memakai LACTACYD BABY secara teratur, segala macam permasalahan kulit akan menghilang secara bertahap ( Berdasarkan pengalaman, biasanya sembuh sekitar 3 - 7 hari, tergantung seberapa parah iritasi yang terjadi)
  7. Untuk perlindungan maksimal, akan lebih baik jika LACTACYD BABY digunakan setiap hari
Sekarang kami tak bingung lagi, saat iritasi kulit menyerang kulit si kecil langsung saja gunakan Lactacyd Baby. Informasi lebih lanjut silakan berkunjung ke Media Sosial Resmi melalui Facebook Lactacyd Baby atau  Twitter Lactacyd Baby
#BabySkinExpert
#LactacydBaby