Saturday, 29 November 2014 0 komentar

Suka Duka Pakai Clodi

Hayoooo Pilih yang mana??

Mungkin saya memang bukan orang yang benar-benar pecinta lingkungan,mungkin saya hanyalah orang yang terlalu sadar ekonomi (baca:Irit) yang terjangkit virus go green setelah melihat banyaknya ibu yang memberikan clodi pada bayinya, maka ketika si Bayi akan lahir saya sudah merencanakan untuk tidak memakaikan popok sekali pakai (pospak),saya sudah mantap untuk memakaikan clodi karena didasari beberapa alasan diantaranya:
  1. Walaupun clodi harganya mahal tapi seiring berjalannya waktu kita bisa merasakanbahwa dengan memakai clodi berarti tidak perlu lagi membuat anggaran belanja popok di bulan-bulan berikutnya
  2. Dengan memakai clodi,tidak perlu khawatir lupa membeli popok saat stok pospak habis (Tidak perlu repot-repot cari promo diskon popok :p)
  3. Kalau beli popok sekali pakai walaupun murah tapi kita membeli popok untuk dibuang, sedangkan kalau membeli clodi walaupun agak mahal tapi bermanfaat untuk selamanya bahkan bisa diwariskan ke Adiknya, ke Bayi saudara atau Bayi lainnya
  4. Tidak nambah-nambahin sampah yang memang sudah banyak
  5. Setiap iklan popok sekali pakai selalu disebutkan bahwa popok tersebut karakternya lembut dan mirip kain,saya pikir kenapa gak sekalian pakai popok kain saja. 
  6. Memakai popok kain juga dipercaya dapat menjaga kulit bayi lebih sehat  karena pori-pori kulit bisa bernapas (walaupun beresiko bocor), tidak terlalu kedap seperti pospak
  7. Memakai popok kain diharapkan Bayi bisa segera lulus toilet training,karena jika terlalu terbiasa memakai pospak dikhawatirkan Bayi terlalu nyamankarena terbiasa selalu kering  
Dan memang benar semua pertimbangan saya terbukti setelah mencoba clodi,kebayang kalau harus selalu pakai popok sekali pakai tiap kali pergi-pergi berapa borosnya, hhee..mending kalau perjalanan jauh dan gak sempat nyuci mungkin butuh pospak biar praktis,tapi kalau cuma main ke rumah tetangga atau ikut imunisasi atau arisan ya cukup pakai clodi saja.

Awalnya si Bayi tidak rutin pakai Clodi sepanjang hari karena rencananya clodi cuma untuk dipakai di daycare. jadi pada awalnya clodi si Bayi hanya dipakai sesekali saja seperti saat umur 7 hari waktu kontrol ke dokter anak lalu dipakai saat mudik lebaran dan dipakai tiap berangkat imunisasi dan kalo si Bayi ikut emaknya arisan 

Si Bayi mulai tiap hari pakai Clodi pas sudah masuk daycare (hanya siang sampai sore saja) tapi Cuma 1 bulan aja,selanjutnya pihak daycare agak keberatan dengan clodi dan minta dibawakan popok sekali pakai. Alasannya karena clodi bocor (lembab dan Pup bisa keluar dari sela-sela paha/clodi longgar di paha), dari sinilah saya agak kecewa karena hal tersebut jarang saya alami ketika memakaikan clodi di rumah,terlebih karena saya sudah beli 10 clodi.

Pikir saya barangkali bundanya lupa mengecilkan settingan kancing untuk lingkar paha,besoknya saya beri clodi yang sudah saya kancingkan lingkar pahanya,tapi tetap saja bundanya di daycare meminta saya untuk membawakan popok sekali pakai bahkan semakin sering mengingatkan saya. 

Sampai pada suatu saat koq rasanya makin banyak bunda yang ‘bilangin’ saya supaya bawa pospak, rasa-rasanya meminta Bunda untuk memakaikan Clodi pada si Bayi begitu tampak merepotkan dan saya simpulkan saja bahwa mulai saat itu memakai pospak sudah naik pada level wajib. 

Akhirnya saya mengalah dan membawakan pospak untuk si Bayi, walaupun dengan berat hati,tapi yasudahlah yang penting si Bayi tetap di jaga dan diperhatikan selama saya bekerja. saya sudah cukup bersyukur karena sudah terbantu menemukan  solusi pengasuhan anak tanpa harus mempekerjakan asisten rumah tangga (namanya juga menitipkan anak ,sudah jelas bahwa pihak orang tua-lah yang membutuhkan jasa layanan mereka)

Walaupun rasanya masih belum rela si Bayi pake pospak,tapi saya coba bayangkan dan mendalami perasaan Bunda di daycare dan mencari jawaban kemungkinan alasan-alasan mengapa mereka  tidak mau memakaikan clodi. Jawaban yang paling memungkinkan diantaranya:
  1. Mungkin Bundanya risih kalau harus menyimpan clodi kotor,masuk lagi kedalam tas bersama perlengkapan lainnya karena seluruh pakaian kotor kembali dibawa pulang termasuk yang terkena kotoran bayi (sebenarnya kami tidak terlalu masalah dengan hal ini)
  2. Mungkin khawatir tertukar antara clodi bayi yang satu dengan yang lain, Pengalaman di daycare si Bayi pernah kehilangan bantal,bedong,selimut,topi,kaos kaki (barangnya sebagian besar kembali lagi,tapi ada juga yang hilang). Saya akui tidak mudah jika harus menghapalkan pakaian dan berbagai aksesoris apalagi jika bayi yang dititipkan jumlahnya lumayan banyak
Sejak saat itu tiap ke Daycare si Bayi sudah tidak membawa bekal clodi lagi. Clodi si Bayi jadi full dipakai di rumah atau kalau si Bayi lagi pergi-pergi bersama mama-papanya saja. Tiap ke Daycare Clodi hanya di pakai untuk berangkat saja (pengennya sih pergi dan pulang dari Daycare si Bayi dipakaikan Clodi saja,biar di rumah bebas dari limbah pospak). Bersyukur meskipun kalo di rumah full pake clodi, si Bayi gak pernah sampai ruam karena tiap 3 jam di ganti clodi.

Harapan saya semoga produsen Clodi bisa lebih meningkatkan kualitas produknya,supaya bisa menghapus anggapan bahwa pakai Clodi itu merepotkan. 

Mudah-mudahan di masa yang akan datang apapun popok yang dipakai semoga akan ada solusi yang lebih baik yang menguntungkan dari segi kesehatan,praktis dan ekonomis serta bisa diterima oleh tiap individu juga bisa lebih ramah lingkungan.
Miris kalo liat gambar begini, tapi bagaimana lagi,...
 setidaknya saya sudah mencoba untuk mengurangi sampah walau kadang kondisi tidak memungkinkan

(All Image on this posts by Goo gle) 

-hanya sekedar opini berdasarkan pengalaman pribadi-

Reaksi:

0 komentar :

Post a Comment